Jika di Jakarta, segmentasi pasar apartemen menjamur, di Surabaya justru segmentasi ini hanya sedikit kurang bergairah. Tercatat hanya dua proyek baru yang diluncurkan. Meski total pasokan strata-title pasar apartemen di Surabaya mencapai 16.380 unit.


Selama periode Januari-Juni 2014, Colliers Indonesia mencatat, tidak adanya penambahan proyek apartemen di Surabaya. Periode itu, hanya sekitar 509 unit apartemen baru dari dua proyek.

Wika Realty mengembangkan De Papilio Tamansari, proyek mixed-use sebanyak 446 unit apartemen, sedangkan Intiland Development mengembangkan Sumatra 36, sebanyak 63 unit apartemen.

Ada hanya satu proyek apartemen diluncurkan selama periode tersebut, yaitu Bale Hinggil Apartments (tower B). Bale Hinggil Apartment (tower B) adalah sekuel proyek pertama,
Bale Hinggil Apartemen (tower A), yang terdiri dari 760.

Lokasi penyebaran pasokan unit apartemen yang cenderung bertumbuhnya justru mengepung wilayah Surabaya Barat.

Untuk wilayah ini, Colliers Indonesia mencatat 7.960 unit, diikuti oleh Surabaya Timur dengan 6.345 unit. Sedangkan di Surabaya Selatan 1.442 unit dan Tengah Surabaya terdapat 633 unit.

Salah satu yang mendasari para pengembang di Surabaya seolah membatasi peluncuran proyek barunya adalah iklim politik dalam negeri.

Dipastikan, setelah pelantikan susunan kabinet pemerintahan nanti, iklim bisnis properti bakal menggairah kembali.

iyuza