Terletak di tengah bukit yang menghadap ke Tywi Valley, The Great Glasshouse, berdiri megah dan unik di kawasan Garden of Wales Botanical Gardens, Inggris. Bangunan berbentuk kubah kaca, dengan luas 3.500 meter persegi (m2) ini merupakan rumah kaca terbesar di dunia. Rumah kaca ini didesain oleh Norman Foster dan tim guna melindungi dan melestarikan tanaman langka yang terancam punah.

Di tengah isu global warming yang saat ini semakin memanas, The Great Glasshouse telah mampu menampung dan merawat tanaman-tanaman yang berasal dari enam wilayah di dunia. Keenam wilayah itu adalah California, Australia, Kepulauan Canary, Chili, Afrika Selatan, dan daerah Cekungan Mediterania.

Seperti dikutip dari inhabitat.com, tanaman di dalam rumah kaca ini dikondisikan seperti di habitat asli mereka. Bangunan ini yang dirancang oleh arsitek Kathryn Gustaffson tersebut terbagi atas enam wilayah, tempat masing – masing tanaman tumbuh.
The Great Glasshouse dilengkapi dengan system kaca almunium dan menggunakan struktur tabular-baja sebagai fondasi bangunan, serta substruktur beton yang membelok ke arah utara. Karena terletak di daerah yang cukup dingin, struktur tersebut berguna untuk mengatur transisi cahaya dan melindungi tanaman dari terpaan angin utara.
Selain itu, The Great Greenhouse juga dilengkapi oleh sistem yang dikendalikan komputer sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan energi. Sistem ini dapat membuka panel kaca di atap untuk mengatur suhu kelembaban dan gerakan udara secara baik dan optimal. Suhu panas dalam rumah kaca berasal dari boiler biomassa yang jauh lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil. Rumah kaca juga dilengkapi dengan system pembuat hujan buatan, dengan air berkualitas baik.

Desain luar The Great Glasshouse didesain memadukan antara bangunan berbentuk elips, berdinding kaca, dengan lanskap rumput yang mengelilingi bangunan. Perpaduan itu membuat bentuk bangunan seperti tempurung kura-kura di semak rerumputan. Uniknya, tiga pintu masuk di rumah kaca ini diletakkan di tempat tersembunyi diantara semak rerumputan.
source/edit : beritasatu/iyuza
0 Comments